_e-maiL daRi chaCha_
* Tepat pukul empat lebih lima belas menit
Pulang sekolah, untuk menghilangkan penat akan pelajaran-pelajaran, ku buka akun jejaringan twitter ku serta membuka akun email ku.
Ternyata ada satu pesan belum terbaca. Dari belcha.Belcha ?
Chacha ?Untuk apa ?
Darimana ia mendapat alamat email ku ?Dengan penuh perasaan, ku buka inbox email ku.Subject : aku pemenang, tapi kau lebih menangmembaca itu hatiku mulai demam, ah, ada apa ini.Oke, aku coba cukup kuat dan membacanya.
" Dear Kak Echel,
Kak, aku baru tahu selama ini ternyata Michael, malaikat ku mencintaimu. Aku tak sengaja membaca buku diarynya. Aku menemukan alamat emailmu juga dari diarynya.
Aku senang bertemu denganmu tadi pagi, tatap matamu begitu tajam padaku. Aku tahu, kau benci padaku, tapi kau menutupinya.
Tapi kali ini, aku pemenangnya, aku memenangkan raganya, aku mencintainya.
Aku tahu, tak pernah sekalipun ia berucap kata cinta padaku karena ia mencintaimu, hanya kamu.
Mungkin ia mau bersamaku karena merasa kasihan padaku, tapi aku tak peduli. Aku cinta ia.Ijinkan aku memenangkan hatinya juga kak.
Aku berharap ia mencintaiku seperti ia mencintaimu, tapi itu mustahil.
Aku tak berharap kau membunuh semua cintamu. Karena cinta tak berbalas itu menyakitkan.
-Belcha-
hatiku menitikkan kesedihan juga kesenangan.
Ia mencintaiku, jadi setelah dua tahun dua belas bulan lebih tiga hari, ternyata perasaanku tak sia-sia.
Namun aku sesak, ia tak akan pernah menjadi milikku, ia milikku.Hela nafas panjang ku hempaskan, menerobos letak hati yang paling dalam.
Aku mencintainya, ia mencintaiku tapi ia juga mencintainya, bahkan telah menjadi miliknya.. . .
to be continue. .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar