Kamis, 20 Januari 2011

^ Gadis sederhana dan super star__January 19, 2011 at 5:31pm

Sudah berkisar 2 tahun mereka duduk di bangku SMA yang cukup terkenal di kota Gudeg itu, namun masih saja seperti biasanya. Gadis itu kerap kali dipanggil Echel.

Gadis sederhana, tidak cantik tapi manis, tidak cerdas tapi cukup pandai, tidak pandai bermain basket juga.

Tapi, sudah berkisar dua tahun ini ia memendam rasa pada "super star" yang ia bangga kan dalam-dalam dihatinya.



Seorang pemuda yang cukup perfect, pandai bahkan cerdas, tampan, seorang ketua osis, juga kapten basket, namanya Michael.

Sungguh sangat perfect bagi seperti Echel.

Ia acap kali memandangai kapten basketnya El dengan wajah berseri-seri, ia tak peduli bagaimana perasaan El padanya.



Cita-citanya sebelum lulus, ia ingin mengatakan pada El bahwa "AKU CINTA KAMU EL".

Meskipun nyata-nyata ia tak akan pernah bisa melontarkan kata-kata manis itu pada El.

Kerap kali Echel duduk dikantin dekat lapangan basket untuk menunggu super starnya bermain basket, sembari itu ia membaca novel kesayangannya yang sudah sampai part 3.

El yang sudah sering melihat Echlel duduk memandanginya bermain basket setiap hari akhirnya menemui Echel dan mengatakan "Chel, mau main basket sama aku?" .

Echel belum berani menjawab, ia takut semua ini hanya mimpi, tapi ternyata tidak! El benar mengajaknya.

" anu, aku tak sepandai kau bermain bola" jawabnya dengan nada rendah.

"Tak apa, mari aku ajari". Glodag, serasa dunia ini berguncang! El mengajakku? Ya Tuhan, aku tak bisa menolak dan langsung ku jawab "Ya". Kami pun bermain bola bersama, ternyata El tak seperti yang ku bayangkan.

Ia teramat baik, tak salah banyak yang menggemarinya. Keadaan itu terus berlansung, mereka semakin dekat, semakin dekat pula Echel dengan bola





. . .to be continue. . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar