Selasa, 20 Desember 2011

Mari mengelilingi bum
i .. Kapan ?? Suatu saat nanti .. Pasti.. Bersama cinta kita yang tumbuh nampak subur ,,.

Karena aku tak ingin jadi kumpulan cerita yan terbuang ..

Pesanku nanti, jangan terlalu sebentar bersamaku. Itu saja.

Selasa, 08 Februari 2011

6 februari 2011

Makasih atas ketidak percayaan mu padaku sayang.. makasih atas keraguanmu padaku sayang .. aku cinta kamu.. cinta selalu ..

Sabtu, 05 Februari 2011

Aku ragu. .

Saat mentari mulai berani menyapaku kembali, ku beranikan diriku untuk berharap lagi padamu.

Namun, sia-sia kah itu ? Tak ku lihat balasan dari tiap harapku padamu. Yang ada hanya asa.

Aku hanya ingin kau tahu. Saat ini, aku mencintaimu.
Entah kau percaya atau tidak.

Saat semua harap ku telah ku tujukan padamu, yang ada kau tak sedikitpun berpihak padaku.

Inikah aku di matamu ?
Inikah aku yang tak berarti untuk mu ?
Inikah makna aku yang sebenarnya untuk mu ?

Aku sudah lelah, tiap ku berharap. Kau selalu tak ada.

Saat ku melepas harap, kau datang, membawa kantong harapan.

Aku bimbang. . .

Ragu kah aku ?

Mungkin iya. . . .

Kamis, 20 Januari 2011

^ Gadis sederhana dan super stars .. ( FINAL )

* dua bulan kemudian ..





Saat aku sudah tak kuat lagi menghadapi hidupku , aku hanya mampu berserah pada Tuhan ..

Keluarga ku hanya keluarga yang sederhana, tak mampu membiayai ku untuk berobat lebih intensif.

Akhirnya , aku hanya mampu untuk berserah pada Tuhan.

Ku minta pada Tuhan jika Tuhan ingin mengambil segenap jiwa dan ragaku , ambilah Tuhan..

aku ikhlas ..

Namun ijinkan aku untuk mengatakan pada super stars ku bahwa aku cinta ia. Aku mencintainya ..



aku mengeluh kesakitan pada mama ku, mama ku tahu bahwa kali ini aku menitikkakn air mata untuk El.

Meskipun sudah ku coba menutupi , tapi aku tak mampu.

Aku terlalu mencintainya ..



'' kau tak ingin mengabari keadaan mu ? '' tegas mamaku

'' tidak ma, El tak boleh tahu bahwa aku tergeletak tak berdaya di sini . El hanya boleh tahu bahwa aku tak lagi bisa menemannya menikmati senja sore, itu saja '' kata ku dengan nada yang lemas

'' El perlu tahu sayang , kau mencintainya bukan ??'' sahut mamaku pelan

'' sangat ma, aku sangat mencintainya '' kataku

'' baiklah , tak perlu menyiksa dirimu , mama akan hubungi orang yang mampu membuat mu menggemari bola orange itu.







* setegah jam mendatang..



'' sudah mama hubungi , sebentar lagi ia datang '' celetuk mamaku

'' makasih ma '' jawab ku



Ya Tuhan , dalam keadaan ku yang seperti ini , aku memang butuh super stars ku ..

Sangat Butuh ..

Semoga ia tahu rasaku..





* satu jam kemudian ...



Hatiku terasa tak tenang, apa yang terjadi pada pangeranku ???

super stars ku ???

sudah satu jam aku menunggu..

tiba-tiba masuk masuk ke kamar dan mengabari bahwa super stars ku mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat .





Ya Tuhan ,, belum genap cita-cita ku untuk mengatakan padanya bahwa aku cinta ia , sangat cinta ia ..

Tuhan ,, sekarang siapa yang akan menemani ku bermain bola lagi ???

menikmati kegemarannya yang telah merasuki tulang rawan ku..

yang telah membius ku untuk mencintai bola orange itu , juga mencintainya sampai hembus nafas terakhirnya .

aku mencintaimu , sampai kapan pun.

semua yang telah kita lalui bersama tak kan pernah terlupa.

senja itu, bola itu, nyanyian burung sore itu, canda mu, senyum mu, semua menyatu bersama dalamnya cintaku.

maafkan aku selama ini ta pernah bercerita tentang keadaan ku , karena aku sayang padamu.

AKU MENCINTAIMU.. MICHAEL..





* tepat lima bulan kepergian ia ..



aku masih sangat dalam keterpurukan, namun Tuhan mencintaiku ..

keadaan ku berangsur membaik , kanker yang ku derita berkat kuasa penyembuhan Tuhan , perlahan-lahan Tuhan ambil ..

Terima kasih Tuhan ..

namun , bagaimana kabar malaikat bersayap putih ku michael ??

akan kah ia tahu bahwa aku sangat merindunya ???



tiap sore , aku berdiri di tegah lapangan , menikmati sore bersama bola orange kita.

mengenang saat kita bersama dahulu , meski ku tahu keadaan belum mengijinkan aku untuk men-driblle bola ini untuk mu.

tapi , jangan khawatir ,, aku akan berusaha pulih dan memainkan bola ini untuk mu, untuk kita, untuk senja kita .

aku janji .. dan aku berjanji akan selau mencintaimu , tunggu aku ...





^^ THE END ^^





** CERITA INI HANYA FIKTIF , APABILA ADA KESAMAAN NAMA , TEMPAT , dsb .. MOHON DI MAAFKAN :D **





PS ::thengss a lot buat teman.teman iank uda kasii saran , kritik juga jempol di tiap goresan ini ..

makasii uda mau baca ..

karena masii belajar , maaf jika kurang berkenan di hati :D

^ Gadis sederhana dan super stars .. Termin 6

_ia pErgi dan dataNg paDaku_

Beberapa waktu ini tubuhku sering lemah, mataku sayu, kepala ku sering penat bahkan pusing, aku tak mampu dan tak sekuat dulu saat bermain basket.

Akhirnya, aku pergi ke dokter bersama mamaku* dua minggu kemudian. . .

Telephone genggamku berdering, ada pesan singkat dari Michael."Chel, kerumahku sekarang, aku ingin mengajakmu pergi. Sekarang "Aku heran, tak biasanya El mengajakku pergi.
Niatku mengajak mama untuk pergi bersama denganku, terkurungkan. Mama tadi mendapat telephone dari pihak Rumah Sakit.
Oke, aku berangkat sendiri, dengan sepeda biruku.Ternyata sesampainya aku dirumah El, mata El memerah.
" kau kenapa ?" tanyaku khawatir
" Chacha meninggal " katanya pelan
" apa ? " aku tak habis pikir, ia meninggalkan kita, aku dan ElEl menjelaskan padaku, ia terkena kanker ganas.
Ya Tuhan, itu membuat ku merasa bersalah. Mengapa tak ku ijinkan ia untuk memenangkam hati mu, hati El.

* lima jam mendatangaku pulang dari pemakaman Chacha,


mama menangis dikamarku, melihat ku dengan wajah yang penuh harap dan tanya.

" Ma, " sahutku pelan
" Mama sayang kamu " kata mama seraya masih tersedu-sedu.
" aku juga sayang mama " jawabku
Ku coba perlahan merebut kertas dipangkuan mama, kertas hasil periksa ku ke dokter beberapa waktu lalu.
Tanpa banyak kejanggalan, ku buka kertas putih ukuran 20cm X 40 cm, kertas yg cukup lebar.Ternyata, dokter mendiagnosa aku terkena kanker.Belum selesai aku membaca diagnosa itu, tubuhku sudah lemas.

Hatiku hancur, mataku pedih, darahku serasa tak mengalir lagi.
" kamu harus kuat " kata mama
" pasti ma, pasti. Aku masih bisa bermain bola basket kan ? Dan ku mohon jangan katakan ini pada El " jawabku pelan
" iya sayang "


* tiga bulan kemudian

ku sudah merasa tak kuat, aku sudah merasa letih untuk selalu berbohong pada El tiap kali ia mengajakku menikmati senja sore kita.
Aku sudah tak berdaya, tergeletak di kasur biru yang ku cinta, aku sayang ia Tuhan. Jangam ambil aku sebelum aku bilang suka padanya. .

to be continue. .

^ Gadis sederhana dan super stars .. Termin 5

_e-maiL daRi chaCha_

* Tepat pukul empat lebih lima belas menit

Pulang sekolah, untuk menghilangkan penat akan pelajaran-pelajaran, ku buka akun jejaringan twitter ku serta membuka akun email ku.
Ternyata ada satu pesan belum terbaca. Dari belcha.Belcha ?
Chacha ?Untuk apa ?
Darimana ia mendapat alamat email ku ?Dengan penuh perasaan, ku buka inbox email ku.Subject : aku pemenang, tapi kau lebih menangmembaca itu hatiku mulai demam, ah, ada apa ini.Oke, aku coba cukup kuat dan membacanya.

" Dear Kak Echel,


Kak, aku baru tahu selama ini ternyata Michael, malaikat ku mencintaimu. Aku tak sengaja membaca buku diarynya. Aku menemukan alamat emailmu juga dari diarynya.

Aku senang bertemu denganmu tadi pagi, tatap matamu begitu tajam padaku. Aku tahu, kau benci padaku, tapi kau menutupinya.
Tapi kali ini, aku pemenangnya, aku memenangkan raganya, aku mencintainya.
Aku tahu, tak pernah sekalipun ia berucap kata cinta padaku karena ia mencintaimu, hanya kamu.
Mungkin ia mau bersamaku karena merasa kasihan padaku, tapi aku tak peduli. Aku cinta ia.Ijinkan aku memenangkan hatinya juga kak.
Aku berharap ia mencintaiku seperti ia mencintaimu, tapi itu mustahil.
Aku tak berharap kau membunuh semua cintamu. Karena cinta tak berbalas itu menyakitkan.


-Belcha-


hatiku menitikkan kesedihan juga kesenangan.
Ia mencintaiku, jadi setelah dua tahun dua belas bulan lebih tiga hari, ternyata perasaanku tak sia-sia.

Namun aku sesak, ia tak akan pernah menjadi milikku, ia milikku.Hela nafas panjang ku hempaskan, menerobos letak hati yang paling dalam.
Aku mencintainya, ia mencintaiku tapi ia juga mencintainya, bahkan telah menjadi miliknya.. . .

to be continue. .

^ Gadis sederhana dan super stars .. Termin 4

_peRtemUan kU DengaN diA_





Pagi ini, tak seperti biasanya. Aku bangun lebih awal dari alarm tidur ku. Bergegas beranjak dari kasus biru ku yang teramat membuat ku nyenyak tadi malam. Sayangnya, malam tadi, tak ku lihat kamu dalam mimpiku, El. Ah, pagi-pagi sudah berkhayal pada super starsku, umm.. So handsome, so cute..





* Tepat pukul enam lebih tujuh belas menit



aku hanya mencuci muka dan gosok gigi, segera menemui sahabatku, kegemaranku, bola basket ku. Dengan rambut ikal ku yang masih tergerai, ku ikat dengan tali rambut berbentuk seperti kabel telefon, yang penting terikat, batinku berkata



Pagi ini, sudah lama aku tak bermain basket. Terutama dengan super starsku. Sesegera ku berlari menuju lapangan yang biasanya ku nikmati bersamanya



It's amazing !

Super stars ku sudah di sana, melempar senyum padaku meski jarak kita cukup jauh.

Namun, siapa dia ?

Siapa perempuan disampingnya itu ?

Mengapa mereka membawa sesuatu yang cukup membuatku penasaran ?



" pagi manis " celoteh Michael

" pagi " hanya itu yang sanggup terucap ketika mataku menatap tajam gadis disebelah super starsku

" selamat ulang tahun manis. Tidak kah kau ingat ? Hari ini kau ulang tahun".

"hah ? Apa ? Ulang tahun ? Ya, ya, aku lupa. Terima kasih" aku senang hari ini ia mengingat hari ulang tahunku, tapi masih penasaran aku dengan gadis itu



" tak ingin kau mengenalkannya padaku ? " sahutku

" pasti " jawabnya tegas

" aku belcha kak, panggil saja chacha. Salam kenal " dia mengulurkan tangannya seraya melempar senyum padaku.

" oh, Bela. Aku Echel " membalas uluran tangannya yg tulus padaku.

" Bukan Bela kak, Belcha, Chacha " celetuk ia.

" Ups, maaf lagi gak konsen. Abis kaget " padahal kekagetanku bukan karena surprise dan kue itu, karena gadis itu, Chacha



" Semoga kalian bisa akrab " kata El.

" Tentu " jawab kita bersamaan.



Setelah cukup lama dilapangan itu, akhirnya kita bermain basket, bukan berdua, tapi bertiga. Aku, El dan Chacha.



Aku senang bertemu ia, tapi hatiku mulai demam, hanya demam.





. .to be continue. .

^ Gadis sederhana dan super stars .. Termin 3

_yOUr caLL_



El, kemana kamu ? Beberapa hari ini, tak pernah ku temui kau dilapangan basket sekolah kita. Tak pernah juga ku temui pesan singkatmu yang mengajak ku untuk menikmati kegemaranmu



*Tepat tujuh hari lebih tujuh belas jam



telephone genggam ku berdering, "MICHAEL" tertulis di layar telefon ku, tanpa berpikir panjang langsung ku tempel kan telefonku ditelingaku



"hallo El" kataku

"hay manis, apa kabarmu ? Sehat kah kamu ?" kata El dengan nada cukup membuatku geli

"Baik saja. Kamu kemana saja ? Tidak kah kamu kangen bermain basket denganku ?" aku berharap jawabanmu iya, lebih dari iya. Aku bahkan serasa mati tak bertemu denganmu.

"Tentu. Bahkan aku tahu, saat ini sudah tepat tujuh hari lebih tujuh belas jam kan ? I know that" said El.

" What ? How do you know ? Umm. . . " kataku.

"sudahlah, tak perlu kau tahu itu. Tetaplah bermain basket manis. Tetaplah mengingatku jika kau bermain basket. Kegemaranku juga kegemaranmu kan ?"

"Iya, tapi akan kemana kau ?"

"Disini sayang, terima kasih"



Waw !!

Apa tidak salah dengar aku ?! Sayang ?? Dia memanggil ku sayang ?? Aku harus jawab apa ??

Oke tenang Echel, jawab saja sama-sama. Meskipun kamu sebenarnya juga ingin memanggilnya sayang, kurungkan niatmu Echel !



Belum sempat aku menjawab, ternyata sudah dari beberapa menit yang lalu sambungan komunikasi kita terputus.

Ku dengar hanya "tut. . .tut. . .tut. . "





"Huft, ,terputus !" sengal ku sambil sedikit jengkel.

Tapi, aku senang, aku yakin, telephone darimu membuat aku tak dapat tidur nanti malam, SAYANG !

What ?!

SAYANG ??

Bukan, bukan, aku mungkin salah dengar dan salah berucap tadi.



El, ku tunggu kau besok dipelataran senja bersama dengan kegemaran kita. Menyanjung kemegahan alam ciptaan Tuhan bersama-sama.

El, semoga kau tahu, aku ingin bermimpi tentangmu malam ini. Semoga Tuhan ijinkan.



Tiba-tiba derap langkah yang cukup ku kenal menghampiriku "Chel, turun, makan" kata mamaku

"Ok mom" jawabku sembari meletakkan telephone genggamku dan berusaha menyimpan lembaran-lembaran harap padamu, El.





to be continue

^ Gadis sederhana dan super stars .. Termin 2

_Senja Kita_





Kala senja itu, El mengirimkan pesan singkat padaku. "Chel, sore ini kita bertemu agak sore ya, aku masih ada bimbel". Oke lah pikirku, lagian menikmati senja bersama bola kesayangan kita, mengapa tidak?





*Satu minggu kemudian. .

Dan ternyata itu menjadi kebiasaan kita, dikala senja bermain bola orange, berdua.

Rasa itu tak pernah hilang El, andai saja kau tau itu. Waktu yang ku lalui bersamamu, senja sore, bola basket, senyummu, itu sudah lebih baik menurutku. Meskipun masih ada hasratku memilikimu.

Tapi El, jangan pernah kau tau tentang perasaanku. Itu berbahaya !

Lebih baik aku menyimpannya dalam-dalam





Senja saat itu berbeda, kita hanya sebentar menikmati indahnya kegemaranmu, yang menjadi kegemaranku juga saat ini.

"El, kau capek ? Tak biasanya kau bermain bola hanya sebentar saja" tanyaku sembari memandang wajah tampannya.

"Tidak Chel, aku sehat. Sore ini aku ingin lebih lama menikmati senja bersamu, menikmati burung sore di lapangan ini, menikmati masa-masa indah kita. Kali ini, kamu tak keberatan kan menemaniku dan meninggalkan kegemaran kita sejenak ?"



Oh my God, El terlihat romantis sore ini. Tepat dua tahun delapan bulan lebih dua puluh tiga hari aku mengenalnya, baru kali ini aku melihatnya menatap ku dengan wajah romancenya



Tanpa berpikir panjang, aku jawab "Iya El, aku menemanimu menikmati senja kita, bersamamu"

Ku lihat hanya terlontar senyuman dari bibir manismu untuk ku, mungkin ucapan terimakasih.





*Pukul 18.30



"El, hampir malam" mataku menatap matanya

" aku tahu " katanya sambil tangannya mengulurkan untuk membantuku berdiri.

" kamu tahu yang ku rasakan ? Aku suka kamu, Chel "



What ?!

Tuhan, aku ingin berteriak ! Benarkah yang ku dengar ?



Dengan nada yang sok tenang aku menjawab "Apa El?"

"Ah, sudah lah. Tadi aku tak bilang apa-apa. Kamu salah dengar. Ayo pulang"



Pranng !!

Prrangg !!

Hatiku rasanya hancur, ia yang ku banggakan ternyata tak seperti yang ku harapkan.

Tapi aku cukup senang, meskipun ia hanya suka. Ya, sekedar suka saja.





. . .to be continue. . .

^ Gadis sederhana dan super star__January 19, 2011 at 5:31pm

Sudah berkisar 2 tahun mereka duduk di bangku SMA yang cukup terkenal di kota Gudeg itu, namun masih saja seperti biasanya. Gadis itu kerap kali dipanggil Echel.

Gadis sederhana, tidak cantik tapi manis, tidak cerdas tapi cukup pandai, tidak pandai bermain basket juga.

Tapi, sudah berkisar dua tahun ini ia memendam rasa pada "super star" yang ia bangga kan dalam-dalam dihatinya.



Seorang pemuda yang cukup perfect, pandai bahkan cerdas, tampan, seorang ketua osis, juga kapten basket, namanya Michael.

Sungguh sangat perfect bagi seperti Echel.

Ia acap kali memandangai kapten basketnya El dengan wajah berseri-seri, ia tak peduli bagaimana perasaan El padanya.



Cita-citanya sebelum lulus, ia ingin mengatakan pada El bahwa "AKU CINTA KAMU EL".

Meskipun nyata-nyata ia tak akan pernah bisa melontarkan kata-kata manis itu pada El.

Kerap kali Echel duduk dikantin dekat lapangan basket untuk menunggu super starnya bermain basket, sembari itu ia membaca novel kesayangannya yang sudah sampai part 3.

El yang sudah sering melihat Echlel duduk memandanginya bermain basket setiap hari akhirnya menemui Echel dan mengatakan "Chel, mau main basket sama aku?" .

Echel belum berani menjawab, ia takut semua ini hanya mimpi, tapi ternyata tidak! El benar mengajaknya.

" anu, aku tak sepandai kau bermain bola" jawabnya dengan nada rendah.

"Tak apa, mari aku ajari". Glodag, serasa dunia ini berguncang! El mengajakku? Ya Tuhan, aku tak bisa menolak dan langsung ku jawab "Ya". Kami pun bermain bola bersama, ternyata El tak seperti yang ku bayangkan.

Ia teramat baik, tak salah banyak yang menggemarinya. Keadaan itu terus berlansung, mereka semakin dekat, semakin dekat pula Echel dengan bola





. . .to be continue. . .